Gema Takbir dan Semangat Pengabdian: Potret Santri di Hari Raya Idul Adha
Hari Raya Idul Adha di pondok pesantren selalu memiliki warna tersendiri. Jauh dari keluarga bukan berarti kehilangan kehangatan. Justru di sinilah, para santri belajar arti sesungguhnya dari sebuah pengorbanan dan kebersamaan. Semangat yang membara terlihat jelas sejak kumandang takbir mulai menggema di seluruh penjuru pesantren.
"Keikhlasan santri dalam mengabdi di hari raya adalah cermin ketaatan layaknya Nabi Ismail AS kepada sang ayah dan Tuhannya."
Dokumentasi Lengkap Kegiatan Santri
Berikut adalah seluruh potret rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan, ibadah, hingga prosesi kurban yang dilakukan dengan penuh semangat oleh para santri:
Ikhlas dalam Pengabdian
Bagi seorang santri, Idul Adha bukan sekadar makan sate atau gulai bersama. Ini adalah momen di mana mereka mempraktikkan ilmu kemasyarakatan yang dipelajari di kelas. Dari mengelola pembagian daging kurban hingga memastikan area pesantren tetap bersih, semua dilakukan dengan senyum dan canda tawa khas pondok.
Kelelahan fisik setelah seharian membantu proses kurban seolah hilang saat melihat masyarakat sekitar tersenyum menerima paket daging. Pengalaman ini membentuk karakter santri menjadi pribadi yang tangguh, peduli, dan siap terjun ke masyarakat kelak. Inilah esensi santri: belajar untuk memberi, bukan sekadar menerima.
Kesimpulan
Semangat santri di Hari Raya Idul Adha adalah bukti bahwa nilai-nilai luhur masih terjaga kuat di bilik-bilik pesantren. Melalui teks dan dokumentasi visual ini, kita bisa melihat betapa berharganya proses belajar yang dilandasi dengan keikhlasan. Semoga semangat ini menular kepada kita semua untuk terus menebar kebaikan.


































































Tidak ada komentar:
Posting Komentar